ARTOTEL SANUR – STAY A LITTLE LONGER


Teks: Fariz Syahir. Foto: Dok. Artotel Sanur

BERBICARA MENGENAI OPSI TEMPAT TINGGAL DI PULAU DEWATA MEMANG TIDAK ADA HABISNYA, BANYAK HOTEL BARU TERUS BERMUNCULAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PASAR. BERLOKASI DI SANUR, ARTOTEL SIAP MENJADI TEMPAT BAGI PARA MILLENNIALS UNTUK MENYANDARKAN KEPALA.

Apabila ditanya mengenaii destinasi favorit saat mengunjungi Bali, besar kemungkinan 8 dari 10 orang akan menjawab Kuta dan Seminyak menjadi tujuan utama mereka. Meski memang hal tersebut hanya lah sebuah terkaan yang saya buat secara pribadi, namun melihat bagaimana sekarang semua orang tampak terpesona oleh keramaian yang ditawarkan kedua destinasi tersebut, saya rasa tebakan saya tidak akan meleset terlalu jauh. Berbeda dengan kedua destinasi tersebut, Sanur merupakan sebuah daerah penginapan tertua di Bali yang menawarkan suasana tidak terlalu hiruk-pikuk, seperti Kuta, dan tidak terlalu sunyi, seperti Nusa Dua. Lokasi ini bisa dikatakan sebagai destinasi yang ‘just right’. Dengan jarak tempuh sekitar 25 menit dari Bandara Udara Internasional Ngurah Rai, Artotel mendirikan properti ketigannya di daerah Sanur yang tenang.

STAY A LITTLE LONGER

Tidak seperti kebanyakan tempat penginapan di kawasan Sanur yang terlihat tradisional dan terlampau tua, Artotel berusaha untuk membedakan dirinya di dalam industri perhotelan di Sanur dengan mengkombinasikan gaya arsitektur modern dan pesona budaya lokal Bali melalu ornamen-ornamen berkarakter layang-layang di setiap sudut bangunan dan interior hotel. Penggabungan kedua konsep tersebut dilakukan oleh Artotel sebagai representasi dari tradisi festival layang-layang yang setiap tahunnya diadakan di Sanur. Berbalut interior serba kayu yang sangat nampak jelas dari bagian luar bangunan, hotel ini menyuguhkan warm woody ambience. Sama seperti properti terdahulunya, di Jakarta dan Surabaya, Artotel bekerjasama dengan seniman lokal beraliran seni kontemporer dalam menyediakan sebuah wadah bagi mereka yang ingin menuangkan kreasinya dan menyulap hotel ini menjadi perfect sanctuary untuk beristirahat dan dalam waktu bersamaan terserap oleh indahnya sejumlah karya seni. Kali ini, Artotel Sanur berkolaborasi dengan 5 seniman lokal, yaitu Ines Katamso, Natisa Jones, Kemal Ezedine, I Made Wiguna Valasara dan Pintor Sirait yang coretan karya-nya tersebar di setiap lantai dan 89 kamar.

Berbicara mengenai ke-89 kamar yang ada, Artotel membaginya kedalam tiga kategori dengan ukuran luas 30 sqm, 40 sqm dan 50 sqm yang masing-masing ruangannya memiliki suasana berbeda. Dari seluruh fasilitas mewah dan artistik yang disediakan di setiap kamarnya mesin pembuat kopi Dolce Gusto adalah yang paling menarik perhatian. Dolce Gusto? Ya, lupakan saja cara membuat kopi konvensional melibatkan teko pemanas dan kopi sasetan yang disediakan hotel kebanyakan, Dolce Gusto merupakan sebuah mesin pembuat kopi yang secara otomatis akan menghasilkan minuman ala kafe dengan takaran yang dapat diatur sesuai selera. Apabila beruntung, Anda bisa mendapatkan kamar dengan balkon yang menunjukkan indahnya pemandangan pantai Sanur.

Tidak hanya itu, terdapat empat bagian lainnya yang menjadi bagian penting dari hotel ini, yaitu ROCA, MEETSPACE, BART dan ARTSPACE. ROCA merupakan restoran dan bar yang menyajikan pilihan makanan Indonesia dan Barat, MEETSPACE adalah ruang pertemuan dengan kapasitas hingga 100 orang, BART merupakan singkatan dari Bar at The Rooftop yang dilengkapi dengan kolam renang sebagai pusat aktivitas nightlife, sedangkan ARTSPACE adalah sebuah galeri seni khas Artotel yang menunjukkan sekumpulan karya-karya anak bangsa. Untuk menawarkan pengalaman seartistik mungkin, Artotel bekerjasama dengan Rumah Sanur, pusat kreativitas pertama di Bali, dan INDOESTRI Makerspace serta beberapa seniman lainnya mengadakan art class serta sejumlah workshop. Bukan hanya itu, mereka juga bermitra dengan perancang Paulina Katarina, sebuah brand fashion dari dua perancang muda kaka beradik yang tinggal di Bali, untuk membuat desain pakaian yang eklektik bagi para artis Artotel, artis merupakan sebutan khas yang diberikan pada karyawan Artotel. Memiliki rencana menggali keindahan Sanur? Artotel menyediakan sepeda yang bisa Anda sewa dengan harga Rp. 50.000 untuk 6 jam perjalanan.

Secara keseluruhan, Arotel berhasil menjadi sebuah tempat penginapan yang didesain secara apik bagi para millennials. Artotel juga dapat dijadikan sebuah ‘statement’ yang mematahkan argumen bahwa Sanur adalah destinasi bagi orang tua. Melihat padatnya daftar waiting list orang-orang yang ingin bermalam disini, saya sarankan Anda agar melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berkunjung.

 

Previous How to Plan Your Holiday to the Next Level
Next Yan’s House Hotel Bali - Gaya Victorian di Pulau Dewata